Hindari mengabaikan demam pada anak. DBD dapat merenggut nyawanya dalam hitungan hari.
Gejala DBD pada Anak
Anak yang mengalami kasus ringan DBD umumnya tidak merasakan gejala apapun. Namun pada kasus yang lebih berat, anak dapat mengalami gejala yang umumnya berupa:
- Demam.
- Nyeri di bagian belakang mata.
- Nyeri pada tulang, otot, dan sendi.
- Sakit kepala.
- Mual dan muntah.
Situasi ini membawa risiko pendarahan dalam, gangguan pada paru-paru, ginjal, dan jantung serta sakit parah pada bagian perut. Bagaimana Penanganan yang Tepat? Segera bawa ke dokter jika anak Anda mengalami beberapa gejala di atas. Dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan diagnosis. Meski tidak ada penanganan khusus untuk DBD, namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat keparahan gejala dan membantu kekebalan tubuh dalam melawan virus ini:
- Pastikan dia mengonsumsi paracetamol jika diresepkan dokter untuk menurunkan demam. Dapat dibantu dengan meletakkan kompres pada dahi.
- Pastikan anak mendapat cukup istirahat.
- Berikan banyak cairan pada anak untuk mencegah dehidrasi.
- Berikan makanan bernutrisi.
- Hindari memberikan obat pereda rasa sakit seperti aspirin dan ibuprofen karena dapat memengaruhi kadar trombosit dalam darah dan meningkatkan risiko pendarahan.
- Hindarkan anak dari gigitan nyamuk untuk mencegah penularan virus.

0 Response to "Saat Anak Terkena Demam Berdarah Dengue (DBD)"
Post a Comment